Seorang teman pernah mengomentari tulisan-tulisan saya di blog pribadi. Katanya, tulisan saya tanpa teori, tanpa rujukan, dan tidak mencerminkan saya sebagai intelektual dan akademisi. Komentar itu membuat saya berpikir: oh ya ya, mengapa bisa begitu? Padahal, ketika menulis secara akademik, tulisan saya justru penuh rujukan—bahkan satu kalimat bisa memuat lebih dari satu referensi. Setelah dipikir-pikir, […]
