Bapak ingin mengulang apa yang Bapak sampaikan tentang Al-Fatihah tadi sore. Al-Fatihah artinya adalah pembuka. Ada juga yang menamainya Ummul Kitab. Umm itu artinya tujuan, rujukan, atau sumber; itulah alasan mengapa seorang anak selalu mengikuti ibunya. Sebagai Ummul Kitab, ia menjadi rujukan karena seluruh isi kandungan Al-Qur’an nantinya akan merujuk pada Al-Fatihah tersebut. Ada pula yang menyebutnya sebagai tujuh yang diulang-ulang (As-Sab’ul Matsani) karena Al-Fatihah ini selalu diulang-ulang dalam setiap salat kita. Kedudukan Al-Fatihah ini sangatlah penting karena menjadi syarat rukun salat, sekaligus menjadi penyembuh dan pelindung bagi siapa pun yang membacanya.
Ayat pertamanya adalah Bismillahirrahmanirrahim, yang artinya dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ingatlah, dalam mengawali setiap aktivitas, kita harus memulainya dengan bacaan bismillah. Kita harus senantiasa bersama Allah yang Maha Rahman (Pengasih) dan Rahim (Penyayang). Dengan demikian, kita akan memiliki sifat dan berperilaku rahman serta rahim pula kepada sekeliling kita, baik itu kepada sesama manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan.
Lalu, Alhamdulillahirabbil’alamin. Jika kamu ingin berterima kasih kepada Allah yang telah memberikan begitu banyak hal, caranya adalah dengan mengucapkan hamdalah tersebut. Maka, setiap kali menyelesaikan sebuah kegiatan, jangan sampai lupa untuk selalu membaca Alhamdulillah sebagai wujud syukur kita.

