Cinta dalam Baran

Cari film Iran. Ketemu film Baran. Percayalah lelaki juga makhluk yang bingungan ketika mau mengutarakan sesuatu. Jika saat ini kita diperlihatkan video atau meme kalo cewek itu susah ditebak, yang andalannya kata ‘terserah’ kalau diajak mau makan dimana, sejalur dengan perempuan, lelaki juga takut dan bingung saat mau mengutarakan sesuatu.
Film ini oh sungguh indah. Dialognya minim. Endingnya smooth dan indah. Awalnya saya penasaran dengan judul Baran yang artinya hujan. Sampai setengah film lebih baru menemukan jika Baran adalah nama perempuan Afghanistan yang disukai Latif si kuli bangunan Iran yang naksir padanya. si Latif ini mati matian membantu keluarga Baran yang miskin. Dia rela memberikan seluruh uangnya kepada keluarga Baran tanpa tahu kalau uang tsb dari Latif. Sampai akhirnya keluarga Baran pulang ke Afghanistan dan Latif tidak pernah mengutarakan jika ia mencintai Baran. Jadi, ini film berkisah tentang ‘cinta tanpa harus memiliki’ gitu deh. Penggemarnya Limbad kayaknya Latif ini. Diam adalah emas.
Pada akhir film, kata ‘Baran’ itu ditampakkan dengan asoi. Adegan terakhir adalah Latif membantu mengambilkan sepatu Baran yang terjebak di lumpur. Setelah Baran pergi, bekas sepatu yang cekung lama kelamaan terisi air hujan. Oh, akhir yang tsadisssss… Benarlah kata pujangga online kalau hujan itu 1% mengandung air yang 99% adalah genangan eh kenangan. Ahai.
Kalau saya pas hujan ingetnya indomie rebus pedes pakai sawi dan telur. 

(Tri Umi Sumartyarini).

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.