Korona, perempuan, dan ending yang lembut

Kelak orang-orang akan membaca karya sastra yang lahir pada akhir 2019 hingga 2020 untuk melacak jejak virus korona di dalam karya sastra. Para sastrawan dengan berbagai gaya telah mengemukakan virus yang mengguncang dunia ini dengan berbagai cara. Sasti Gotama di Kompas 2 Agustus 2020 menulis cerita pendek berjudul “Apa yang Paul McCartney Bisikan di Telinga Janetra”.

Virus ini berdampak pada semua kalangan. Begitu juga dengan keuangan keluarga. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Kepanikan terjadi bukan hanya panik karena takut tertular virus tetapi panik karena makan apa kita bulan depan? Pada posisi begini yang paling tertekan adalah perempuan berposisi istri dan ibu. Setidaknya itu yang diceritakan oleh Sasti dalam cerpen ini. Gupta dipecat oleh hotel tempatnya bekerja, dan menyalahkan istrinya yang berhenti bekerja. Pada masa panik ini terjadilah dialog begini:

“Kita masih punya tabungan, bukan?”

“Paling hanya bisa bertahan untuk satu bulan. Sial! Harusnya kau tak berhenti dari pekerjaanmu itu! Kalau begini, kita tak mungkin bisa bertahan!”

Dari kelanjutan dialog itu kita bisa melihat bagaimana egoisnya laki-laki bernama Gupta yang ingin Janitra tetap bekerja di kantor tetapi anaknya mendapatkan perhatian penuh, rumah beres. Gupta menumpahkan kepanikan kepada istrinya.

Di antara Gupta, Janetra, dan Nara anaknya ada makhluk yang hidup dalam diri Janetra. Makhluk itu berkepala kucing dan bertubuh seperti manusia yang diberi nama Kumbang. Kumbang terbangun saat diri Janetra tidak tenang. Sudah beberapa kali Kumbang muncul dan berakibat fatal, terlukanya orang-orang di sekitar. Janetra tidak ingin itu terjadi pada dua orang yang dicintainya: Gupta dan Nara.

Kisah-kisah orang-orang yang memiliki kekuatan super yang hadir saat kondisi tertentu dan membuat diri asli tidak bisa mengendalikan banyak terjadi pada kisah-kisah sebelumnya seperti Hulk, dll.

Pada puncak konflik, saat Gupta selalu menyalahkan, termasuk saat bercinta dan Janetra dingin saja Gupta menuduh Janetra selingkuh dan membayangkan laki-laki lain. Pada saat inilah makhluk aneh bernama Kumbang dalam diri Janetra itu terbangun. Ada dua pilihan mengakhiri cerpen ini. Penulis bisa mengakhiri cerpen saat terjadi pertengkaran dengan Gupta menjadi korban dan rumah hancur berantakan, tetapi Sasti tidak memilih begitu. Ia mengakhiri cerpen ini dengan lembut. Janetra pergi menyingkir, berjalan terus sampai si Kumbang dalam dirinya tenang kembali.

0Shares
Muhajir Arrosyid
Dosen di Universitas PGRI Semarang. Penulis buku Soko Tatal dan kumpulan cerpen Di Atas Tumpukan Jerami. Penggiat di Simpul Gambang Syafaat Semarang dan Maiyah Kalijagan Demak.
Posts created 87

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.