Peristiwa Thaif – Seri Isra Miraj

Usai Khadijah dan Abu Thalib pergi. Setelah Makah menutup pintu, Nabi mengetuk pintu Thaif. Ia ditemani oleh anak angkatnya Zaid bin Haritsah datang ke tanah yang subur yang ditumbuhi kurma dan anggur.

Melewati padang pasir di luar batas benteng kota, datanglah Nabi ke rumah tiga orang pimpinan Thaif keturunan Amr ibn Umayyah. Nabi mengabarkan risalah kepada mereka. Jawab mereka: “Jika Tuhan mengutusmu, aku akan meruntuhkan Ka’bah”. Yang lain mengatakan, “Apakah Tuhan tidak mendapatkan orang selain dirimu untuk menjadi rosulNya?”, dan yang lain lagi mengatakan, “Kami tidak ingin bicara denganmu! Karena seandainya engkau utusan Tuhan seperti yang engkau katakan, engkau terlalu mulia bagiku; dan seandainya engkau berbohong, tidaklah pantas aku bicara denganmu.”

Nabi bangkit, hendak pergi ke tempat lain. Tetapi mereka menyuruh budak-budak mereka untuk memperolok Nabi. Sekelompok orang itu menyerang Nabi, sehingga Nabi harus menyelematkan diri ke kebun.

Addas, lalu engkau dan dua tuanmu menyaksikan peristiwa itu. Tuanmu tergerak hatinya menyaksikan penganiaan kepada Muhammad. Tuanmu menyuruhmu untuk menyerahkan anggur kepada Muhammad. Seseorang yang kemudian engkau ketahui bahwa ia adalah seorang utusan. Lalu kau menciumi kepala, tangan, dan kaki.

“Addas, keterlaluan kau Addas. Apa yang membuatmu menciumi lelaki itu?” tanya tuannya. Sang Budak Addas menjawab; “Tuan, tidak ada orang yang lebih baik darinya di bumi ini. Dia telah mengatakan sesuatu kepadaku hal yang hanya diketahui seorang Nabi.” Sang tuan menjawab, “Keterlaluan kau Adaas, jangan sampai dia mempengaruhi agamamu, karena agamamu lebih baik dari agamanya.”

Biarlah orang-orang Quraisy merendahkannya, tetapi Allah meninggikan kedudukannya. Pada saat beliau dirundung kesedihan dan peristiwa yang memancing keputusasaan. Kemudian peristiwa  Isra Miraj terjadi sebagai bagian dari kebesaran Nabi Muhammad yang telah melapangkan dada dan menambah keimanannya. Allah menunjukkan betapa tinggi derajat beliau di antara Nabi-nabi dan Rosul yang pernah diutus sebelumnya.

“Mereka merendahkanmu, mendustakanmu dan melawanmu karena mereka tidak tahu derajat kemulianmu di sisi Allah. Keistimewaan yang engkau miliki melebihi segenap Nabi, rosul dan segenap manusia.”

0Shares
Muhajir Arrosyid
Dosen di Universitas PGRI Semarang. Penulis buku Soko Tatal dan kumpulan cerpen Di Atas Tumpukan Jerami. Penggiat di Simpul Gambang Syafaat Semarang dan Maiyah Kalijagan Demak.
Posts created 93

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.