Tongseng Peka

“Bajigur tenan, THR ku turun kok.” kata La kepada rekannya.

“Sama. THR ku sudah dua tahun ini hanya keluar separo.” jawab Li.
Obrolan itu di sebuah warung makan saat buka puasa. Di depan mereka melimpah menu. Ada sate kambing, tongseng, dan gule. Terdengar sendok dan garpu beradu, aroma bumbu melelehkan liur.

Obrolan dua orang ini terdengar oleh Tunu yang tidak pernah mendapatkan THR. Tunu adalah penjual cilok yang keliling dari kampung-ke kampung.L

Li dan La melanjutkan obrolan. Kata La, “Satenya enakan yang di warung samping perempatan itu ya?”

“Ia tetapi tongsengnya enak sini.” Jawab Li sambil memanggil pelayan untuk memesan 30 tusuk sate dan tiga bungkus gule kambing untuk dibawa pulang.

Tunu mendengar obrolan itu. Ia genggam uang seratus ribu erat sekali. Dua bulan lalu istrinya bilang, “Pak, nanti kalau ada uang lebih. Jajan tongseng ya.”

Hari ini uang lebih yang ia sisihkan seribu dua ribu perhari baru terkumpul. Nanti piring-piring di rumahnya yang biasanya kotor oleh ikan asin kaget, “Kok ada kotoran aneh hari ini?”

foto dari: https://lifestyle.okezone.com

0Shares
Dosen di Universitas PGRI Semarang. Penulis buku Soko Tatal dan kumpulan cerpen Di Atas Tumpukan Jerami. Penggiat di Simpul Gambang Syafaat Semarang dan Maiyah Kalijagan Demak.
Pos dibuat 119

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.