Menulis tangan lagi

Di awal-awal aku belajar nulis dulu, aku mulai dari nulis tangan dulu baru diketik di mesin ketik. Dulu sudah ada komputer tapi belum terjangkau olehku. Terus musim rentalan komputer tuh, aku minta ajar ke teman-teman. Proses menulis tangan masih berlanjut. Karena sewa komputer hitungan jam, jadi kalau mengarang di rentalan menghabiskan waktu. Baru saat Mas ku mulai mengerjakan skripsi, bapakku membeli komputer.

Dulu kalau mengirim karya di media itu dicetak dulu baru dikirim lewat pos. Tidak kebanyang naskah itu diketik ulang jika akan dimuat. Terus honor belum model transfer tetapi dikirim lewat wesel (benar gak sih nulisnya?), setelah itu diambil di kantor pos. Seminggu dimuat dua kali sudah lumayan untuk ukuran mahasiswa.

Sekarang ini menulis tangan aku akrabi lagi. Ternyata asyik juga. Proses menulis ku bisa jadi cepat. Kenapa bisa begitu? Itu karena kerja otak dan kerja tangan bisa beriringan. Seperti orang bicara, kerja otak dan kerja mulut juga beriringan. Jadi kalau mau nulis seperti ngomong, biar liar, maka menulis tangan dulu baru diketik. Bisa dicoba.

Ini tips bagi yang mengetiknya lambat sepertiku. Yang mengetiknya cepat tips ini tidak berlaku.

0Shares
Dosen di Universitas PGRI Semarang. Penulis buku Soko Tatal dan kumpulan cerpen Di Atas Tumpukan Jerami. Penggiat di Simpul Gambang Syafaat Semarang dan Maiyah Kalijagan Demak.
Pos dibuat 119

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.