Puasa hari pertama

Sehari sebelum puasa, saya mengajak anak dan istri ke rumah Ibu-Bapak. Beberapa hari yang lalu melalui adik saya, Ibu mengeluhkan saya yang jarang berkunjung. Duh maafkan saya Buk. Lalai sekali anakmu ini hingga membuat ibunya kangen. Padahal waktu yang di tempuh dari rumahku dan rumah Ibu Bapak kurang dari satu jam.

Di antara anak-anak Ibu yang lain, aku lah yang tinggal paling jauh. Kakakku yang tertua tinggal di samping rumah Bapak-Ibu, demikian juga adikku. Kakakku yang kedua tinggal agak jauh, yah sepuluh menit mengendarai sepeda motor. Kami akan tinggal di sini selama dua hari satu malam. Ikut saur sekali dan buka sekali. Setelah buka puasa rencananya pulang.

Nawa adalah anak terkecil di keluarga besar kami. Itu lah mengapa sambutan kepadanya luar biasa. Saat Nawa datang, sepupu-sepupunya pada kumpul berebut mengajak Nawa. Rumah Mbah Kung dan Mbah Putri penuh dan ramai. Sayang sekali Nawa tidak tipe anak yang mudah diajak Jadi usaha yang dilakukan oleh Bude, Bulik sia-sia belaka. Nawa butuh penyesuaian dengan orang baru. Pada kecewa deh.

Rumah Mbahnya Nawa dan Bening adalah rumah kayu. Lantainya juga kayu. Maka saat siang hari terasa panas sekali. Itu menurutku. Tapi banyak tempat mengungsi. Bisa ke Bulik Nia atau ke gedung tempat mbah marahi/mengajar ngaji. Kalau aku suka digardu atau jagan di depan Paud. Istirahat di situ terasa semilir sambil menyaksikan pohon dan padi menghijau. Oh ya di rumahnya Mbahnya Bening miskin signal. Di jagan atau gardu itu ada signal 4G.

Malam sebelum Ramadhan Mas Mufis yang lulus SD pamit ke Mbahnya. Ia besok pagi akan berangkat ke pondok. Ini adalah cucu ke tiga Mbah yang mondok setelah lulus SD. Setelah Mas Fikri dan Mas Pras, kini giliran Mas Mufis. Semoga saja disusul oleh adik-adiknya yang lain. Mas Fikri tahun ini pindah pondok karena sudah lulus MTs. Dia ingin menghafal Al Quran. Amin. Jadi lah anak baik, gunakan ilmu untuk semakin bertaqwa.

Tarawih saya lakukan di Mushola tempat tarawihku waktu kecil. Setelah tarawih ada tadarus. Pada malam hari saya jalan-jalan keliling kampung. Saya mencari teman ngopi. Eh gak dapet. Maaf di tulisan ini kadang memakai saya kadang memakai aku.

0Shares
Muhajir Arrosyid
Dosen di Universitas PGRI Semarang. Penulis buku Soko Tatal dan kumpulan cerpen Di Atas Tumpukan Jerami. Penggiat di Simpul Gambang Syafaat Semarang dan Maiyah Kalijagan Demak.
Posts created 67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.