Ada gengsi di sekolah

Ada gengsi di sekolah. Mula-mula adalah citra sekolah, kemudian menjadi gengsi bagi yang mau mendaftar ke sekolah tertentu. Gengsi akan naik jika seseorang mampu sekolah di sekolah yang memiliki citra baik. Bagi sekolah tidak dosa membangun cutra, bahkan citra baik harus diperjuangkan. Citra bukan hanya perkara luaran tetapi juga hingga ke dalam. Bukan hanya pupur, […]

Balada manusia Jawa yang ditinggalkan

Sinambi menulis, sering aku ditemani oleh lagu bosanova Jawa. Lagu-lagu itu mengalun lembut dengan ketukan lambat dan pukulan-pukulan perkusi pelan, piano berkelindan dengan gitar dan dipuncaki dengan terompet panjang melengking-lengking. Lagu-lagu itu semacam tangisan, rintihan seseorang yang ditinggalkan. “Udan deres wayahe wis wengi njur kelingan lungamu dek wingi. Opo wis dadi garise pesti kowe bakal […]

Kunci dan Gembok

Tadi malam aku berjanji kepada Bening, pagi ini rencananya kami akan jelan-jalan menemui para binatang dan tetumbuan di alam bebes. Sudah agak lama hari liburku tidak aku berikan kepadanya. Tapi sungguh malang, saat berusaha membuka pintu, gembok tidak bisa dibuka kunci tidak dapat melakukan fungsi sebagaimana mestinya. Untuk ke luar rumah kami bisa lewat pintu […]

Moderator

Akhir-akhir ini saya sering diposisikan sebagai moderator. Saya pernah mengalami menjadi moderator dengan pembicara yang cukup dikenal di forum yang dihadiri ribuan orang, juga pernah memoderatori forum dengan pembicara lokal yang dihadiri kurang dari sepuluh orang peserta. Perasaan saya biasa saja. Forum kecil dan besar bagiku tidak ada masalah. Pembicara lokal dan nasional tidak membuatku […]

Kampus dan Dangdut

Sebut saja namanya Tunu. Tahun 2000-an ia membeli kaset pita  Laksmana Raja di laut yang dilantunkan Iyet Bustami. Ia seperti anak culun di kelas. Ia ditertawakan. Selera musik yang aneh menurut teman-temannya. Teman-temannya mengidolakan Padi dengan lagu hitnya Semua Tak Sama atau Dewa dengan lagu hitnya Arjuna Mencari Cinta. Tapi sekarang, saat ia menjadi dosen, ia mendengar para mahasiswanya […]

Masa Depan Anak Kampung Perempuan

Tri Umi Sumartyarini Di mana langkah kaki anak kampung perempuan setelah menamatkan sekolah? Terdapat empat kemungkinan jawaban. Pertama, kemungkinan mereka akan ke pabrik. Kedua, menjadi buruh tani. Ketiga, menjadi pembantu rumah tangga. Keempat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dipekerjakan ke luar negeri. Sedikit dari anak-anak kampung perempuan memiliki kesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi. […]

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas